JUAL BELI JABATAN, TARIF JADI KEPALA SEKOLAH 100 JUTA

Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabbarakatuh

Selamat Pagi

Mendikbudku.com - Praktik jual beli jabatan hingga saat ini masih terjadi. Meskipun hal ini telah diawasi secara ketat oleh pemerintah pusat, namun jajaran aparatur sipil negara pada tingkat pemerintah daerah masih saja melakukan praktik jual beli jabatan.

Ketua Komisi Aparatur Sipil Negara Sofian Effendi mengungkapan, salah satu daerah yang baru-baru ini berhasil diungkap adalah Kabupaten Klaten. Terdapat beberapa praktik jual beli jabatan mulai dari lelang jabatan hingga eselon II.

Hasil gambar untuk tarif jadi kepala sekolah
Gambar Ilustrasi

"Kalau eselon II perlu membayar Rp80 juta hingga Rp400 juta. Kalau lelang jabatan pratama bisa Rp75 juta hingga Rp300 juta," tuturnya di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Negara, Jakarta, Selasa (24/1/2017).

Tak hanya itu, untuk menjadi Kepala Sekolah pun juga harus membayar hingga Rp75 juta hingga Rp125 juta. Bahkan, sempat ditemui pada beberapa daerah bahwa jual beli jabatan untuk sekretaris daerah mencapai Rp1 miliar hingga Rp2 miliar.

"Di Klaten misalnya kepala SD Rp75 sampai Rp100 juta. Untuk tidak dipindahkan dari tempatnya ada tarifnya. Untuk kepala puskesmas agar tidak dipindahkan bayar Rp 10 sampai Rp15 juta," tuturnya.

Ia melanjutkan, hingga saat ini terdapat 80% hingga 90% pemerintahan di daerah yang melakukan praktik jual beli jabatan. Hal inilah yang diusut bersama Komisi Pemberantasan Korupsi.

"Dugaan sementara 80% sampai 90% daerah menjalankan praktik transaksional. Ini yang dulu di sindir oleh Jokowi dengan lelang jabatan karena ada tawar menawar," tutupnya.

Sumber : okezone.com

Demikian berita yang dapat mendikbudku.com bagikan, semoga bermanfaat.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "JUAL BELI JABATAN, TARIF JADI KEPALA SEKOLAH 100 JUTA"

Posting Komentar