MENDIKBUD : KINERJA GURU HARUS DIUBAH

Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabbarakatuh

Selamat Pagi

Mendikbudku.com - Dengan mulai diterapkannya Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) di sekolah-sekolah, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy, menegaskan kinerja guru harus diubah. Guru harus delapan jam berada di sekolah selama lima atau enam hari dalam seminggu alias bukan hanya saat jam mengajar saja.

Hasil gambar untuk muhadjir effendy
Gambar Ilustrasi

“Dulu itu masih ada guru yang datang ke sekolah pukul 10.00 WIB karena mengajarnya pukul 11.00 WIB. Kalau seperti itu kapan PPK nya. Delapan jam per hari. Silakan bisa lima hari, dan kalaupun ada yang enam hari tidak apa-apa, silakan. Tapi kalau empat atau tiga hari tidak boleh,” kata Muhadjir saat menjadi narasumber dalam Seminar Nasional Pendidikan bertema Membangkitkan Kesadaran Kolektif Guru dalam Meningkatkan Disiplin dan Etos Kerja untuk Penguatan Pendidikan Karakter di Auditorium Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Selasa (7/11/2017).

Dengan demikian, lanjut Muhadjir tujuan diterapkannya PPK, dengan mendidik sebagai tugas utama guru akan tercapai.
“Saya sepakat bahwa tugas guru itu tiga, pertama adalah mendidik, kedua mendidik, dan ketiga mendidik, baru guru itu mengajar,” kata Muhadjir.
Selain itu, Muhadjir juga mengkritisi beban kerja guru yang ditetapkan saat ini berdasarkan jam tatap muka atau harus mengajar 24 jam sepekan.

“Saat ini guru harus mengajar 24 jam tatap muka dalam sepekan. Aturan tersebut menurut saya lantaran kekacauan Undang-Undang (UU) Guru dan Dosen,” ungkapnya.

Padahal Muhadjir menilai, profesi guru seharusnya dibedakan dengan dosen.

“Kalau dosen harus memenuhi 24 jam tatap muka bisa saja terpenuhi semua karena mereka bisa mengajar mata kuliah yang berbeda sesuai jurusannya. Tapi kalau guru kan tidak. Guru harus mengajar mata pelajaran yang linier, yang sesuai atau setidaknya serumpun. Ini yang kadang menyebabkan guru tidak bisa memenuhi kewajiban 24 jam mengajar dalam sepekan, sehingga mereka harus mencari tambahan jam mengajar di luar sekolah,” paparnya.

Lalu Mendikbud juga akan mengusulkan bahwa tulisan Tut Wuri Handayani yang tertera dalam lambang kementerian yang dipimpinnya akan diusulkan untuk diganti. Lambang tersebut tulisannya akan ditambah tak hanya Tut Wuri Handayani saja melainkan juga menulis Ajaran Kepemimpinan Ki Hadjar Dewantara Ing Ngarso Sung Tulodo bermakna seorang pemimpin harus mampu memberikan suri tauladan bagi orang – orang di sekitarnya. 

Lalu Ing Madyo Mbangun Karso, bermakna seseorang di tengah kesibukannya harus juga mampu membangkitkan atau menggugah semangat. Sebab itu seseorang juga harus mampu memberikan inovasi-inovasi di lingkungannya dengan menciptakan suasana yang lebih kodusif untuk keamanan dan kenyamanan.

Serta Tut Wuri Handayani yang bermakna seseorang harus memberikan dorongan moral dan semangat kerja dari belakang.
“Ini supaya guru bisa jadi teladan, inspirasi dan memotivasi bagi murid-muridnya,” ujar Muhadjir.

Sumber : joglosemar.co

Demikian berita seputar guru yang dapat mendikbudku.com bagikan, semoga bermanfaat.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "MENDIKBUD : KINERJA GURU HARUS DIUBAH "

Posting Komentar